-->

BERMALAM DI LAPANGAN GADING

Budiyono Dion, Bahasaku


BERMALAM DI LAPANGAN GADING

(Malam Ilham di Bawah Langit Ciptaan-Nya)

 

 

Di sela sunyi lapangan Gading, malam menyelimuti jiwa, 

Bulan purnama melingkar sempurna, 

Menyiram bumi dengan cahaya lembutnya, 

Sebagaimana rahmat yang turun tanpa batas.

 

Kami berempat terbaring di atas hamparan sepi, 

Letih mengendur seperti senja yang menyerah pada gelap, 

Namun hati tak pernah mati— 

Melihat langit lazuardi yang dihiasi taburan bintang, 

Berkelip seperti doa-doa kecil yang naik menggema.

 

Sesuai firman-Nya: 

"Dialah yang menjadikan malam untuk istirahatmu, 

Dan siang untuk mencari karunia-Nya," 

Maka kami diam, bukan hanya tubuh, 

Tapi juga jiwa belajar berserah.

 

Langit tidak hanya kubah biru, 

Tapi kalender ilahi yang tertulis rapi; 

"Dia menetapkan matahari dan bulan di jalurnya, 

Agar kamu ketahui hitungan waktu dan tahun,"

Setiap geraknya adalah ayat, setiap sinarnya adalah nasihat.

 

Bulan berbicara dalam diam, 

"Subhanallah…", desisnya pelan. 

"Alhamdulillah…" mengalir ke telinga sanubari.

La ilaha illallah…” meneguhkan iman

Bintang-bintang berkumandang takbir, 

"Allahu akbar…", lirih mereka di kejauhan. 

Angin pun membawa dzikir, 

 

Puisi alam ini menggosok jiwa yang berdebu, 

Menyulam semangat baru dari serpihan cahaya-Nya, 

Meneguhkan keyakinan bahwa segala yang besar 

Pasti menyimpan keindahan yang lebih besar.

 

Lapangan Gading Juni 1979 

Saat malam menjadi guru, 

Dan langit menjadi kitab yang terbuka.

*****

 

                   Lapangan Gading, medio Juni 1979

Karya: Budiyono

 


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "BERMALAM DI LAPANGAN GADING"

Post a Comment

mohon meninggalkan komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel