-->

DI MASJID KOTA WONOSARI


Budiyono Dion, Bahasaku

DI MASJID KOTA WONOSARI 

(Sebuah Ritual Ibadah dalam Gema Malam) 

 

Di sela kabut senja yang mulai menggema, 

di masjid kota Wonosari yang sunyi dan suci, 

aku berdiri, menundukkan jiwa, 

mencuci tangan dan wajah dengan air wudlu, 

sebagaimana dalam firman-Mu: "Dan dirikanlah shalat..."

 

Aku masuk ke dalam rumahMu, wahai Rabb, 

tempat cahaya iman menyala dalam diam, 

di antara saudara seiman yang memenuhi saf, 

tunduk dalam rukuk, bersimpuh dalam sujud, 

menjalankan perintah-Mu dengan hati yang tenang. 

 

Allahu Akbar! Aku serukan dengan lisan dan batin, 

ketika tubuh berdiri tegak menghadap kiblat, 

kedua tangan terangkat, seperti doa yang belum terjawab, 

menuju Sang Khalik, Pencipta langit dan bumi, 

yang Maha Suci dari segala kesucian. 

 

Aku membungkukkan punggung, memuji-Mu dalam rukuk, 

lalu turun sujud, mencium sajadah yang lembut, 

seperti mencium tanah kerinduan kepada-Mu, 

dengan asma-Mu yang agung aku meluhurkan jiwa, 

dan hanya kepada-Mu aku pasrahkan segalanya. 

 

Dalam duduk singkat di antara sujud dan ikhlas, 

aku merintih dalam hening, memohon ampunan, kasih, dan petunjuk, 

rizki yang halal, kesehatan yang utuh, 

dan jalan lurus yang Engkau janjikan, 

seperti yang telah Kau limpahkan kepada Ibrahim dan Muhammad SAW. 

 

Ya Allah, Dzat yang Maha Terpuji dan Maha Memberi, 

tiada daya dan upaya tanpa pertolongan-Mu, 

terimalah ibadahku malam ini, 

sebagaimana sabda Rasul: “shalat adalah tiang agama”, 

maka tegakkanlah hatiku dengan taat pada-Mu. 

 

Kabulkanlah permohonanku, ya Rahman… 

Aamiin.

***

 

Masjid Kota Wonosari, Tengah Juni 1979

Budiyono



Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "DI MASJID KOTA WONOSARI "

Post a Comment

mohon meninggalkan komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel