-->

Hanya kepadaMu Aku Menyembah

Budiyono Dion, Bahasaku


Hanya kepadaMu Aku Menyembah

Aku bersaksi di sunyi jiwa
Saat dunia gemuruh dalam dusta
Tiada Tuhan selain Engkau, ya Rabb
Segala sembah hanya tertuju padaMu,
bukan pada bayang-bayang fana yang rapuh

Engkau cahaya dalam gulita
Mentari dalam beku jiwa
Engkau tujuan ketika langkah goyah
Satu-satunya pelabuhan kala ombak dunia menghempas arah

Aku bersaksi dalam getar napas
Bahwa Muhammad adalah utusanMu yang mulia
Ia lentera di tengah gelap
Penuntun pada jalan yang tak menipu arah

Wahai Yang Esa, tiada sekutu bagiMu
Bumi dan langit tunduk dalam irama asmaMu
Bahkan bisikan angin dan detak waktu
Menjadi saksi akan kekuasaanMu yang tak bertepi

Aku menyembahMu…
Bukan sekadar rukuk dan sujud
Tapi dengan hati yang rebah
Dengan jiwa yang tak lagi terikat dunia yang semu

Kala harta dan nama menggoda
Aku berbisik pada langit
“Laa ilaaha illallaah”
Hanya Engkau yang pantas dipuja
Bukan berhala zaman bernama ego dan gila kuasa

Kala godaan memburu seperti bayangan
Aku berlindung pada kalimat yang membebaskan
"Asyhadu an laa ilaaha illallaah"
Ia bukan sekadar lafaz di bibir
Tapi janji dalam dada yang tak akan pudar

Dan Muhammad…
Laksana pelita di malam tak bernama
Beliaulah cahaya yang membuka tabir
Mengantar hati mengenalMu
Dengan sunnah yang menyejukkan
dalam dunia yang membara

Maka di setiap detak nafasku
Dalam luka, tawa, dan lelahku
Aku ulangi ikrarku:
Hanya kepadaMu aku menyembah
Hanya kepadaMu aku berserah
Sampai jiwaku Engkau panggil pulang
Dengan syahadat yang masih bergetar di lidah

               ***
                        Cawas, 20 Juni 2025

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Hanya kepadaMu Aku Menyembah"

Post a Comment

mohon meninggalkan komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel