-->

Berjalan Meniti Waktu

Budiyono Dion, Bahasaku

Berjalan Meniti Waktu
Refleksi Tahun Baru 1447 H

Demi masa—
setiap detik laksana embun pagi,
menetes di helai daun, lalu lenyap diserap tanah,
tak kembali, tak terganti, tak tertebus harga.

Kita berjalan di titian waktu,
di jalan yang rapuh diapit jurang kerugian,
di mana manusia, kata Sang Pencipta,
dalam kerugian nyata,
kecuali…

Mereka yang meniti dengan cahaya iman,
laksana pelita di malam pekat,
menyapu gelap gulita dengan sinar tauhid.

Mereka yang mengayuh amal shalih,
bagai perahu menembus gelombang zaman,
tak sekadar berlayar,
tapi membawa bekal ke dermaga akhirat.

Mereka yang saling menggenggam dalam kebenaran,
ibarat pohon rindang meneduhkan sahabat di terik dunia,
menyeru dengan lembut,
menguatkan dengan hikmah,
agar tak tersesat di belantara tipu daya duniawi

Dan mereka yang menabur sabar,
bagai karang menantang gelombang fitnah,
tak runtuh diterpa badai,
tak lapuk dimakan waktu.

Wahai diri, tahun berganti,
apa jejak yang kau tinggalkan di pasir masa?
Jangan kau biarkan detikmu habis tanpa bekas,
seperti ombak yang hilang di pantai sepi.

Mari meniti jalan iman, amal, dan nasihat suci,
di tahun baru ini, 1447 Hijriyah,
jadilah insan yang tak merugi—
yang waktu dan langkahnya,
jadi saksi menuju ridha Ilahi.

    *****

    Cawas, 1 Muharam 1447 


                27 Juni 2025


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Berjalan Meniti Waktu"

Post a Comment

mohon meninggalkan komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel