Puisi Pembuka Segala Doa
Puisi Pembuka Segala Doa
Oleh: Budiyono
Dengan nama-Mu, Ya Tuhan yang Maha Pengasih,
Aku memulai segala langkah dengan penuh harap,
Seperti embun yang jatuh menyentuh bumi,
Menyatu dengan tanah yang haus akan kehidupan,
Aku menyebut nama-Mu,
Di setiap detik yang mengalir,
Di setiap tarikan nafas, aku mengingat-Mu.
Alhamdulillahi Rabbil 'Aalamiin,
Segala puji hanya untuk-Mu,
Pemilik langit dan bumi yang tak terhingga,
Di tangan-Mu segala yang tampak dan yang tersembunyi,
Seperti laut yang bergelora dan tak pernah surut,
Seperti matahari yang selalu terbit dengan kehangatan,
Kau adalah sumber kehidupan,
Yang memberi setiap jiwa yang mencari cahaya.
Ar-Raḥmānir-Raḥīm,
Dalam kelembutan kasih-Mu, aku bernafas,
Seperti bunga yang mekar di bawah sinar-Nya,
Rahmat-Mu menyelubungi aku tanpa batas,
Seperti hujan yang menyirami bumi yang gersang,
Setiap tetes cinta-Mu menyejukkan jiwa yang kehausan,
Tidak ada yang lebih dekat, tidak ada yang lebih lembut,
Kau yang memberi cinta tanpa syarat.
Maaliki Yaumiddīn,
Pemilik Hari Pembalasan,
Hari yang tak ada yang bisa menghindar darinya,
Seperti bayang-bayang yang selalu mengikuti,
Aku berjalan dalam ketakutan dan harapan,
Menghadapi hari yang pasti akan datang,
Tapi di tangan-Mu, kami temukan kedamaian,
Di hadapan-Mu, kami akan menemukan kebenaran.
Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in,
Hanya kepada-Mu aku bersujud,
Di hadapan-Mu, segala dosa dan lelah aku lebur,
Di tangan-Mu, aku menggantungkan setiap harapan,
Seperti anak yang mencari perlindungan dalam pelukan ibu,
Aku menghadap-Mu dengan hati yang penuh doa,
Hanya pada-Mu aku bergantung,
Tak ada yang bisa aku lakukan tanpa pertolongan-Mu.
Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm,
Tunjukkan aku jalan yang lurus,
Seperti jalan yang terhampar luas,
Yang dipenuhi cahaya yang tidak pernah padam,
Aku berjalan di atasnya, meski tak sempurna,
Namun aku percaya,
Jalan ini adalah anugerah-Mu,
Dengan setiap langkahku menuju ridha-Mu.
Ṣirāṭallażīna an'amta 'alaihim,
Jalan mereka yang Engkau beri nikmat,
Yang berjalan di dalam rahmat-Mu,
Mereka adalah bintang di malam yang gelap,
Menuntunku yang sering tersesat,
Mereka adalah pelita dalam kegelapan hidup,
Mereka adalah contoh yang tak ternilai,
Yang aku harap dapat aku ikuti.
Gairil-magḍūbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn,
Jauhi aku dari jalan yang menyesatkan,
Dari kebencian yang membelenggu jiwa,
Dari kesesatan yang membuat aku jauh dari-Mu,
Jadikan aku hamba yang tetap di jalan-Mu,
Jauh dari segala kebingungan,
Dan selalu berada di dalam lindungan-Mu.
Dengan satu kata, aku memulai dan mengakhiri,
Bismillahir-Raḥmān ir-Raḥīm,
Segala yang ada, hanya milik-Mu,
Dan dalam setiap doa ini, aku temukan kedamaian,
Satu pintu yang terbuka,
Untuk kita kembali pada yang Maha Esa.
******
Cawas, 30 Mei
2025

0 Response to "Puisi Pembuka Segala Doa"
Post a Comment
mohon meninggalkan komentar