-->

Puisi Jalan Para yang Diberi Nikmat

Budiyono Dion, Bahasaku


Puisi Jalan Para yang Diberi Nikmat

Ṣirāṭallażīna an'amta 'alaihim,
Jalan yang Engkau beri kepada mereka,
Yang dipenuhi dengan cahaya tak terhingga,
Seperti jalan yang dihiasi dengan bunga-bunga emas,
Berseri dalam setiap langkah,
Tercatat dalam kitab hati yang murni,
Mereka adalah jejak-jejak yang tidak akan hilang,
Karena langkah mereka adalah langkah yang diberkahi.

Mereka berjalan di tanah yang penuh berkat,
Tak terburu oleh waktu yang terus berlari,
Karena setiap detik adalah anugerah,
Dalam pelukan rahmat-Mu yang melimpah,
Mereka adalah riak di permukaan laut yang tenang,
Mereka adalah bintang yang memandu jiwa-jiwa yang gelisah.

Gairil-magḍūbi 'alaihim—
Namun, di sisi lain ada jalan yang berliku,
Dipenuhi dengan duka yang tak pernah berkesudahan,
Seperti sungai yang mengalir ke hulu,
Yang hanya menyisakan pasir-pasir yang tandus,
Mereka yang memilih jalan kesombongan,
Yang terjerat oleh kebencian dan kepahitan,
Tak lagi dapat melihat sinar,
Tak lagi mampu menemukan damai.

Laḍ-ḍāllīn—
Dan ada yang tersesat dalam kegelapan,
Seperti burung yang terbang tanpa arah,
Penantian yang tak berujung,
Menunggu matahari yang tak pernah terbit,
Mereka berjalan di jalan yang patah,
Di antara bayang-bayang kesesatan,
Mereka adalah daun kering yang terbawa angin,
Tanpa akar, tanpa arah.

Tapi aku,
Aku ingin berjalan seperti mereka yang Engkau anugerahkan nikmat,
Mengikuti jejak yang tak pernah ragu,
Melewati lembah dengan kaki yang teguh,
Mencari ketenangan dalam gelombang kehidupan,
Kami ingin menjadi cahaya bagi yang lain,
Seperti lilin yang tak pernah padam,
Menuntun mereka yang terhilang kembali ke rumah-Nya.

Jalan itu adalah pilihan,
Dan aku memilih untuk berjalan bersama-Mu,
Karena hanya di jalan itu, aku menemukan rumah,
Hanya dalam jalan itu, aku menemukan kedamaian,
Dan dalam langkah-langkah itu, aku menggapai ridha-Mu,
Sampai pada akhirnya, aku bertemu dengan cinta yang abadi.

Ṣirāṭallażīna an'amta 'alaihim,
Jalan yang penuh dengan keberkahan,
Yang aku idamkan dalam setiap doa yang aku panjatkan,
Dengan harapan, aku akan berjalan di sana,
Di jalan yang tidak pernah mengkhianati,
Jalan para yang diberi nikmat,
Yang abadi dalam keindahan-Nya.

Semoga. Aamiin

*****

Cawas, 29-05-2025

 

 


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Puisi Jalan Para yang Diberi Nikmat"

Post a Comment

mohon meninggalkan komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel