Puisi Jalan yang Lurus
Puisi Jalan yang Lurus
Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm,
Tunjukkan aku jalan yang lurus,
Seperti bintang yang tak pernah ragu di malam gelap,
Menuntun langkah-langkah yang tersesat,
Dalam heningnya dunia yang berputar cepat,
Aku mencari arah yang Engkau beri,
Di tengah lautan yang tak bertepi.
Jalan itu—
Bagaikan sungai yang mengalir tenang,
Menyusuri lembah-lembah hati yang gelisah,
Ia adalah aliran yang membawa ketenangan,
Menyapu segala keraguan yang mengotori jiwa,
Seperti embun yang menyentuh daun pagi,
Segar, suci, dan penuh harapan.
Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm,
Aku berjalan, meski kaki terkadang lelah,
Namun dalam tiap langkahku,
Aku merindukan cahaya-Mu yang tak pernah padam,
Jalan yang Engkau tunjukkan adalah pelita,
Yang menyinari tiap sudut gelap kehidupan,
Yang menyapukan kabut duka yang menghalangi.
Jalan itu,
Bukan jalan yang mudah ditempuh,
Ia penuh dengan batu, penuh dengan liku,
Namun di sanalah kami temukan kekuatan,
Seperti akar yang menembus tanah keras,
Ia menahan pohon tetap tegak meski diterpa angin,
Di setiap badai, kami tahu,
Jalan yang lurus ini adalah rahmat-Mu.
Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm,
Jalan yang aku pinta bukan jalan tanpa ujian,
Namun ia adalah jalan yang membawa kita kembali,
Kembali kepada rumah yang sejati,
Kembali kepadaMu, yang selalu menyambut dengan tangan terbuka,
Menuntunku, meski langkahku sering kali ragu.
Bimbinglah aku, ya Tuhanku,
Seperti matahari membimbing siang,
Seperti rembulan membimbing malam,
Di jalan yang penuh harapan ini,
Tunjukkan aku arah yang tak pernah salah,
Agar aku dapat terus melangkah,
Dengan hati yang penuh keimanan,
Menuju surga yang abadi.
Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm,
Jalan yang lurus adalah anugerah,
Yang tak terhitung dalam kata,
Namun terasa dalam setiap langkah yang aku tempuh,
Bersama dengan doa yang tak pernah berhenti mengalir.
*****
cawas, 26 Mei 2025

0 Response to "Puisi Jalan yang Lurus"
Post a Comment
mohon meninggalkan komentar