WOW… 11 Miliar dianggarkan untuk Penerjemahan Sastra
Budiyono Dion, Bahasaku
WOW… 11 Miliar dianggarkan
untuk Penerjemahan Sastra
Insan sastra boleh terenyum lega, lantaran Pemerintah
melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengalokasikan dana Rp11 miliar
untuk penerjemahan 150 karya sastra pengarang Indonesia terpilih ke dalam
bahasa Inggris dan bahasa Jerman. (http://utama.seruu.com/read/2014/04/23/211001/kemendikbud-alokasikan-rp11-miliar-untuk-penerjemahan-sastra#sthash
). Tentu saja kabar ini merupakan kabar baik bagi pengarang. Setidaknya merangsang
bagi pengarang untuk berkarya dengan standar duania.
Selama ini karya sastra hampir-hampir kurang mendapat tempat
dan apresiasi dari masyarakat maupun pemerintah. Karya sastra seolah tenggelam
di dalam ingar bingar pembicaraan politik, ekonomi atau pun para selebretis
yang mengisi acara televisi maupun media massa lainnya. Kehadiran sastra seolah
hanya sekedar pelengkap pengisi rubrik di media masa yang kehilangan makna
dalam kehidupan kita. Pada hal, muatan karya sastra itu tidak kalah pentingnya
dengan masalah atau tulisan lain bagi kehidupan kita. Karena sastra hadir
mengemban dua fungsi sekaligus, yaitu menghibur dan bermakna bagi hidup manusia.
Penerjamahan karya sastra pilihan itu dalam rangka persiapan
Guest of Honor Frankfrut Book Fair (FBF) 2015 di Jerman, dan Kebangkitan
Literasi Nusantara dalam rangkaian World Book Day dan sosialisasi FBF 2015. Melalui buku dan karya yang akan diterjemahkan
dan dipamerkan dalam FBF 2015.
Dengan program pemerintah itu tentu akan dapat mengangkat
literasi Indonesia.
Selain itu juga memperkenalkan dunia penerbitan Indonesia kepada masyarakat internasional. Dengan langkah ini tentu akan menunjukkan kepada dunia tentang kebudayaan Indonesia melalui ekspresi sastra. Tentu saja melalui karya-karya terbaik yang akan merebut simpati masyarakat dunia. Setidaknya dukungan pemerintah itu akan mendorong greget masyarakat sastra untuk berkarya dengan gairah dan kualitas yang lebih baik. Semoga langkah ini menjadi tonggak kebangkitan literasi masyarakat.
Selain itu juga memperkenalkan dunia penerbitan Indonesia kepada masyarakat internasional. Dengan langkah ini tentu akan menunjukkan kepada dunia tentang kebudayaan Indonesia melalui ekspresi sastra. Tentu saja melalui karya-karya terbaik yang akan merebut simpati masyarakat dunia. Setidaknya dukungan pemerintah itu akan mendorong greget masyarakat sastra untuk berkarya dengan gairah dan kualitas yang lebih baik. Semoga langkah ini menjadi tonggak kebangkitan literasi masyarakat.
0 Response to "WOW… 11 Miliar dianggarkan untuk Penerjemahan Sastra"
Post a Comment
mohon meninggalkan komentar