-->

YOGYAKARTA 1

Budiyono, Bahasaku


YOGYAKARTA 1

 

 Kota yang diam dalam gema sejarah, 

di bawah langit yang menyimpan doa-doa lama, 

di mana sunyi menyatu dengan semangat perjuangan, 

dan senja selalu membawa kenangan.

 

Yogyakarta, engkau seperti buku terbuka 

yang setiap halamannya menorehkan jiwa: 

jalan-jalanmu adalah alur cerita, 

keratonmu adalah hati yang tak pernah mati, 

dan Gunung Merapi—seperti penjaga yang setia— berdiri megah di ufuk utara.

 

Langkah kaki menggema di bumi Mataram, 

di antara batu-batu tua yang masih menyimpan sumpah para pejuang, 

di mana dulu paru-paru tanah ini bernyanyi: 

"Merdeka!" dalam desiran angin Pramuka.

 

Di sudut-sudut Malioboro, 

cahaya lampu bersinar bagai bintang kecil yang enggan tidur, 

mengawasi langkah-langkah pelan mahasiswa, 

yang tengah meramu masa depan negeri 

dengan pena, buku, dan api semangat.

 

Engkau, Yogyakarta, 

adalah simfoni dari alam dan budaya: 

satu nada dari kerinduan Tanah Jawa, 

satu bait dari lagu peradaban yang tak lekang oleh waktu.

 

Allah SWT berfirman:

"Dan pada dirimu sendiri, apakah kamu tidak melihat tanda-tanda kebesaran Allah?" (Adz-Dzariyat/QS.51:21)

 

Maka aku pun melihat: 

betapa sebuah kota bisa menjadi guru, 

betapa sebuah tanah bisa mengajarkan cinta, 

dan betapa sejarah bisa menjadi jembatan 

antara masa lalu dan masa depan yang ingin kita bangun.

 

Rasulullah Saw. bersabda:

"Cintailah tanah airmu, karena mencintainya termasuk bagian dari iman."(HR. Ahmad, dishahihkan oleh Al-Albani)

 

Dan aku berkata: 

Ya, aku mencintaimu, Yogyakarta— 

bukan hanya karena indahmu, 

tapi karena engkau mengajariku 

tentang keteguhan, tentang pengabdian, 

tentang arti menjadi bagian dari tanah yang diberkahi.

 

*****

 

Yogyakarta, Medio Juni 1979 

Karya: Budiyono


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "YOGYAKARTA 1"

Post a Comment

mohon meninggalkan komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel