-->

Puisi Syukur dalam Nafas Semesta

Budiyono Dion, Bahasaku

Puisi Syukur dalam Nafas Semesta

Alhamdulillah, kata yang tercipta
Dari bibir manusia, tetapi berbisik ke langit,
Mengalir bersama angin, menyentuh setiap penjuru bumi,
Seperti doa yang tak pernah terputus,
Mengalirkan rahmat dalam setiap desah kehidupan.

Rabbil ‘Aalamiin—Yang Menguasai segala,
Sang Pemilik segala yang tampak dan yang tersembunyi,
Sumber cahaya dalam kegelapan malam,
Pencipta langit dan bumi yang tak terhingga,
Yang tak pernah lelah memberi,
Yang tak pernah habis mengasihi.

Bagaikan hujan yang menyiram tanah,
Menyuburkan hati yang dahaga,
Dan seperti pelangi yang merentang setelah badai,
Memberi warna pada hidup yang penuh liku.

Segala yang ada, adalah tangan-Nya yang membentuk,
Seperti samudra yang bergelora dan sunyi,
Seperti matahari yang terbit dan tenggelam tanpa lelah,
Alhamdulillah, kata yang mengandung ribuan syukur,
Tak terucap sepenuhnya, namun terasa dalam setiap detik.

Di setiap hembusan nafas, ada cinta-Nya,
Dalam setiap langkah, ada petunjuk-Nya,
Dan dalam setiap doa, ada ketentuan-Nya,
Yang tak pernah salah, yang selalu tepat.

Alhamdulillah, untuk setiap kehidupan,
Untuk semua yang tampak dan yang tersembunyi,
Untuk cinta yang tak terlihat,
Namun ada di dalam setiap detik waktu,
Yang menuntun kita pada makna tak terhingga.

Rabbil ‘Aalamiin—Yang tak terjangkau, namun begitu dekat,
Yang hadir dalam setiap getaran jiwa kita,
Dalam syukur yang tak terucap,
Namun terasa begitu dalam,
Di dalam tiap sudut alam semesta.

Alhamdulillah.

 

*****

Cawas, 3 Mei 2025



Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Puisi Syukur dalam Nafas Semesta"

Post a Comment

mohon meninggalkan komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel