Puisi Syukur dalam Nafas Semesta
Puisi Syukur
dalam Nafas Semesta
Alhamdulillah, kata yang
tercipta
Dari bibir manusia, tetapi berbisik ke langit,
Mengalir bersama angin, menyentuh setiap penjuru bumi,
Seperti doa yang tak pernah terputus,
Mengalirkan rahmat dalam setiap desah kehidupan.
Rabbil ‘Aalamiin—Yang Menguasai
segala,
Sang Pemilik segala yang tampak dan yang tersembunyi,
Sumber cahaya dalam kegelapan malam,
Pencipta langit dan bumi yang tak terhingga,
Yang tak pernah lelah memberi,
Yang tak pernah habis mengasihi.
Bagaikan hujan yang menyiram
tanah,
Menyuburkan hati yang dahaga,
Dan seperti pelangi yang merentang setelah badai,
Memberi warna pada hidup yang penuh liku.
Segala yang ada, adalah
tangan-Nya yang membentuk,
Seperti samudra yang bergelora dan sunyi,
Seperti matahari yang terbit dan tenggelam tanpa lelah,
Alhamdulillah, kata yang mengandung ribuan syukur,
Tak terucap sepenuhnya, namun terasa dalam setiap detik.
Di setiap hembusan nafas, ada
cinta-Nya,
Dalam setiap langkah, ada petunjuk-Nya,
Dan dalam setiap doa, ada ketentuan-Nya,
Yang tak pernah salah, yang selalu tepat.
Alhamdulillah, untuk setiap
kehidupan,
Untuk semua yang tampak dan yang tersembunyi,
Untuk cinta yang tak terlihat,
Namun ada di dalam setiap detik waktu,
Yang menuntun kita pada makna tak terhingga.
Rabbil ‘Aalamiin—Yang tak
terjangkau, namun begitu dekat,
Yang hadir dalam setiap getaran jiwa kita,
Dalam syukur yang tak terucap,
Namun terasa begitu dalam,
Di dalam tiap sudut alam semesta.
Alhamdulillah.
*****
Cawas, 3 Mei 2025

0 Response to "Puisi Syukur dalam Nafas Semesta"
Post a Comment
mohon meninggalkan komentar