-->

Peran Pantun

Budiyono Dion, Bahasaku


Peran Pantun

Sebagai sebuah media komunikasi, teks pantun berperan sebagai alat pemelihara bahasa. Selain itu, pantun juga diyakini sebagai penjaga alur berpikir manusia. Di samping melatih seseorang berpikir secara logis tentang makna kata, pantun juga melatih seseorang untuk berpikir secara asosiatif tentang kaitan kata yang satu dengan yang lainnya. Dengan demikian, pantun mencerminkan kepiawaian seseorang dalam berpikir dan bermain-main dengan kata. Untuk melihat peranan pantun dalam masyarakat Melayu.

Bagi orang Melayu karena dianggap memiliki peranan penting dalam menyebarluaskan nilai asas kemelayuan, pantun dijadikan media tunjuk ajar. Tunjuk ajar yang diwujudkan ke dalam beragam jenis pantun itu sering ditampilkan dalam berbagai kegiatan, baik dalam upacara adat dan tradisi maupun dalam kegiatan sehari-hari. Di samping itu, pantun juga dimanfaatkan sebagai media hiburan, penyampai aspirasi, serta pengekal tali persaudaraan. Oleh karena itu, agar tidak mendapat malu dalam pergaulan, pada umumnya orang Melayu selalu berupaya agar pandai berpantun.
Dari uraian diatas dapat kita simpulkan peran pantun, sebagai berikut.
a.    Sebagai alat pemelihara bahasa. Dalam hal ini, pantun berperan sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berfikir.
b.    Melatih berpikir. Seseorang berfikir tentang makna kata sebelum berujar dalam berpantun.
c.    Melatih berpikir asosiatif. pantun juga melatih seseorang berfikir asosiatif. Asosiatif karena kata yang digunakan dalam pantun memiliki kaitan dengan kata yang lain.
d.   Pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam berpikir dan bermain-main dengan kata. Pantun pada jaman sekarang seringkali kata-kata dalam pantun bercampur dengan bahasa-bahasa lain. Perhatikan contoh pantun berikut ini yang hidup di kalangan muda
e.    Alat menyebarluaskan nilai. Seperti yang terjadi di kawasan Melayu, pantun memiliki peranan penting dalam menyebarluaskan nilai asas kemelayuan.
f.     Media tunjuk ajar. Tunjuk ajar ini diwujudkan ke dalam beragam jenis pantun itu sering ditampilkan dalam berbagai kegiatan.
g.    Alat komunikasi pergaulan. Secara social, pantun memiliki fungsi pergaulan yang kuat, bahkan hingga sekarang masih digunakan dalam pergaulan kaum muda. Di kalangan muda sekarang, kemampuan berpantun biasanya dihargai. Perhatikan contoh pantun pergaulan berikut ini.
Mawar merah tumbuh di dinding
Jangan marah, just kidding
(dalam bahasa campuran, Indonesia dan Inggris)
Awan-awan ana jendela
Dadi perawan aja sembrana
(dalam bahasa Jawa)
Sebetulnya pantun di atas adalah bentuk pantun kilat atau karmina. Pantun tersebut hidup dalam pergaulan sehari-hari. Itulah peran pantun. Namun, secara umum, peran sosial pantun adalah sebagai alat penguat penyampaian pesan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Peran Pantun"

Post a Comment

mohon meninggalkan komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel