-->

Memahami Budaya Jepang

Budiyono Dion, Bahasaku



Memahami Budaya Jepang

Apresiasi budaya tidak hanya menjamah pada budayanya sendiri, namun perlu juga memahami budaya asing yang memang perlu dipahami dan diapresiasi. Seperti halnya kegiatan apresiasi budaya Jepang yang dilakukan oleh komunitas Balikpapan Syndicate disingkat BPN Sync atau dieja BPN-sing. Tentang kegiatan ini baca berita selengkapnya dari kaltimpost.co.id berikut ini
Berbagai macam komunitas hadir di Balikpapan. Baik otomotif, hewan, dan olahraga. Kali ini perkumpulan yang masih terdengar asing ini, yakni Balikpapan Syndicate. Komunitas ini berperan aktif mengembangkan minat budaya dan bahasa Jepang di Kota Minyak.
Balikpapan Syndicate disingkat BPN Sync atau dieja BPN-sing. Komunitas ini bukanlah kumpulan kriminal, tetapi komunitas unik yang bertemakan pop culture atau budaya populer.
Arya Dwi Andhika, anggota BPN Sync menyebut, komunitas ini bertujuan membangun kreativitas para anak muda Balikpapan. Anggotanya, terdiri dari kumpulan orang-orang yang memiliki latar belakang berbeda, serta kemampuan dan penguasaan di bidang masing-masing. Seperti crafter, gamer, composer, programmer, dan Japanese lover.
BPN Sync dibentuk pertama kali melalui chat di jejaring sosial, awalnya sekadar main-main tapi kemudian menjadi komunitas. Sejak awal 2014, komunitas ini lebih berperan aktif mengembangkan minat budaya dan bahasa Jepang. Tapi semakin bertambah anggota, maka Balikpapan Syndicate juga berkembang.
“Menyatukan perbedaan yang kami miliki cukup sulit, tapi kami selalu sharing satu sama lain untuk menambah ilmu,” kata anggota BPN Sync lainnya, Mustafa, menambahkan. Menurutnya, komunitas ini mirip seperti komunitas Jejepangan di Balikpapan lainnya. Tapi komunitas ini lebih bergengsi dan bukan sekadar show-up seperti komunitas kebanyakan yang pernah dia ikuti.
Selain itu, keunikan lainnya komunitas ini tidak memiliki struktur organisasi, penarikan iuran, dan pembagian tugas. Dengan mengutamakan batasan junior dengan senior, kebersamaan, dan keakraban.
Hasilnya saat ini sudah 20 anggota yang telah bergabung di BPN Sync. Rata-rata anggota kebanyakan masih dalam pendidikan dan ada yang sudah bekerja. Tidak hanya dari luar daerah tapi sampai internasional. Seperti Malaysia dan Jepang.
“Kami bukan mengejar popularitas buat diakui. Kami memproduksikan kemampuan dan bakat,” imbuh pencinta budaya jejepangan ini.
Pria berkulit hitam ini sangat menyukai segala macam budaya Jepang. Saat ini dia sudah mengoleksi puluhan animasi Jepang dan visual novel.
Dikatakan, BPN Sync belakangan aktif memproduksi lagu instrumental. Lagu single itu mengikuti genre electro.
“Bulan puasa ini fokus produksi lagu, karena komunitas ini masih baru, kami lebih aktif gathering di jejaring sosial,” ungkapnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Memahami Budaya Jepang"

Post a Comment

mohon meninggalkan komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel